Cara mengusir tikus di sawah dengan kapur barus ternyata menjadi salah satu solusi paling cerdas buat kamu yang ingin hemat biaya. Masalah tikus memang sering bikin pusing tujuh keliling karena mereka bisa merusak tanaman padi dalam sekejap saja.
Tikus punya indra penciuman yang sangat sensitif, sehingga bau menyengat dari kapur barus atau kamper akan sangat mengganggu mereka. Bayangkan saja kalau kamu harus mencium bau parfum yang terlalu kuat sepanjang hari, pasti rasanya ingin cepat-cepat pergi, kan?
Kenapa Harus Menggunakan Kapur Barus?
Kapur barus mengandung zat kimia bernama napthalene yang memiliki aroma khas dan sangat tidak disukai oleh hewan pengerat. Selain harganya yang sangat terjangkau, bahan ini juga mudah ditemukan di warung kelontong atau minimarket terdekat dari rumahmu.
Penggunaan kapur barus juga jauh lebih aman dibandingkan menggunakan racun tikus kimia yang berisiko meracuni hewan ternak atau predator alami lainnya. Kamu tidak perlu khawatir burung hantu atau ular sawah akan mati karena memakan tikus yang hanya terusir oleh bau ini.
Selain itu, kapur barus sangat praktis untuk diaplikasikan ke area sawah yang luas tanpa memerlukan alat semprot khusus yang mahal. Kamu hanya perlu kreativitas sedikit agar aroma kapur barus ini bisa bertahan lama di tengah cuaca sawah yang tidak menentu.
Persiapan Alat dan Bahan yang Diperlukan
Pertama, siapkan beberapa bungkus kapur barus putih yang ukurannya agak besar supaya tidak cepat habis menguap. Kamu juga butuh kain kasa bekas, plastik klip yang sudah dilubangi, atau botol plastik bekas sebagai wadah pelindung.
Jangan lupa gunakan sarung tangan saat memegang kapur barus agar bau menyengatnya tidak menempel di tangan kamu dalam waktu lama. Meskipun baunya enak bagi sebagian orang, tapi kalau menempel terus di tangan saat makan pasti rasanya jadi aneh.
Siapkan juga tali rafia atau kawat kecil untuk mengikat wadah kapur barus tersebut pada patok kayu di sekitar pematang sawah. Dengan persiapan yang matang, proses pemasangan akan jadi lebih cepat dan kamu tidak perlu bolak-balik ke gudang lagi.
Langkah Praktis Cara Mengusir Tikus di Sawah dengan Kapur Barus
Hancurkan kapur barus menjadi dua atau tiga bagian kecil agar luas permukaan yang mengeluarkan aroma jadi lebih banyak. Masukkan potongan tersebut ke dalam plastik klip yang sudah kamu beri lubang udara menggunakan jarum atau paku kecil.
Gantungkan plastik berisi kapur barus tersebut pada patok-patok kayu yang sudah kamu tancapkan di sepanjang jalur yang sering dilewati tikus. Fokuskan pemasangan pada area dekat lubang tikus atau sudut-sudut sawah yang biasanya menjadi tempat persembunyian favorit mereka.
Kamu juga bisa meletakkan butiran kapur barus langsung ke dalam lubang aktif tikus agar mereka merasa sesak dan segera pindah rumah. Pastikan lubang tersebut ditutup sedikit dengan tanah setelah kapur barus dimasukkan agar aromanya terperangkap di dalam.
Lakukan pengecekan secara rutin setiap satu atau dua minggu sekali untuk melihat apakah kapur barus masih utuh atau sudah habis. Saat musim hujan tiba, kamu mungkin perlu lebih sering menggantinya karena air hujan bisa mempercepat proses penguapan dan pengikisan.
Mengelola Data Pertanian dengan Teknologi Modern
Sambil menjaga sawah dari serangan tikus, tidak ada salahnya kamu mulai mencatat jadwal pemupukan atau data serangan hama secara digital. Cara menggunakan Google Formulir ini sangat membantu kamu yang ingin memiliki fitur canggih Google Workspace untuk bisnis pertanian Anda.
Coba Google Workspace sekarang juga untuk menyimpan semua data hasil panen agar lebih rapi dan bisa diakses kapan saja dari ponsel pintar kamu. Anda dapat menggunakan Google Formulir untuk membuat survei kepuasan pembeli gabah atau sekadar mencatat pengeluaran harian sawah.
Dengan teknologi ini, kamu bisa memantau efektivitas penggunaan kapur barus dengan melihat perbandingan hasil panen dari musim ke musim. Petani modern harus cerdas memanfaatkan alat digital agar manajemen usahanya tidak kalah dengan perusahaan besar di kota.
Tips Tambahan Agar Hasil Maksimal
Kombinasikan cara ini dengan menjaga kebersihan pematang sawah dari rumput liar yang sering dijadikan tempat bersembunyi oleh para tikus. Jika pematang sawah bersih, tikus akan merasa takut untuk melintas karena mereka akan lebih mudah terlihat oleh predator.
Kamu juga bisa menambahkan potongan jahe atau bawang putih yang dihancurkan di sekitar lokasi kapur barus untuk memperkuat efek penolak. Tikus akan menganggap sawahmu sebagai area yang sangat bau dan tidak layak untuk dijadikan tempat mencari makan.
Ajaklah petani lain di sekitar sawahmu untuk melakukan hal yang sama secara serentak agar tikus tidak hanya pindah dari satu petak ke petak lainnya. Gerakan bersama ini sangat efektif untuk menekan populasi tikus di seluruh area persawahan desa secara signifikan.
Terakhir, tetaplah bersabar karena cara alami seperti ini memang membutuhkan konsistensi dibandingkan dengan cara instan yang berisiko. Semoga padi kamu tumbuh subur dan hasil panen melimpah tanpa gangguan dari monyong-monyong kecil yang menyebalkan itu!
