Mencari cara mengusir kelelawar di dalam rumah adalah misi penting bagi kamu yang merasa rumahnya sudah seperti markas rahasia Batman. Kelelawar yang masuk ke dalam hunian bukan cuma bikin berisik saat malam hari, tapi kotorannya juga bisa membawa bau menyengat dan penyakit.
Bayangkan saja, kamu sedang asyik bersantai, lalu tiba-tiba ada bayangan hitam melintas dengan cepat di atas langit-langit kamar. Rasanya pasti kaget setengah mati dan ingin segera mengeluarkan tamu tak diundang itu secepat mungkin dari sana.
Sebelum kita mulai, ada baiknya kamu melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan rumahmu saat ini. Sama seperti pesan penting ‘How to install Chrome Important: Before you download, check if Chrome supports your operating system and you’ve met all other system requirements’, mengusir kelelawar juga butuh persiapan sistem agar hasilnya maksimal.
Kamu harus memastikan semua akses masuk sudah teridentifikasi sebelum memasang berbagai alat pengusir yang akan kita bahas di bawah ini. Jangan sampai kamu sudah capek-capek mengusir, tapi sistem keamanan rumahmu masih punya lubang besar yang mengundang mereka datang lagi.
Kenapa Kelelawar Betah Tinggal di Rumah Kamu?
Kelelawar sangat menyukai tempat yang gelap, tenang, dan terlindung dari gangguan cuaca ekstrim maupun predator alami mereka. Plafon rumah atau area gudang yang jarang dibersihkan seringkali dianggap sebagai properti mewah oleh koloni hewan nokturnal ini.
Biasanya mereka masuk melalui celah kecil di bawah genteng atau lubang ventilasi yang tidak dipasangi kawat nyamuk dengan rapat. Kalau kamu membiarkannya, mereka akan mulai membangun sarang dan meninggalkan kotoran yang biasa disebut dengan istilah guano.
Guano ini bukan cuma sekadar kotoran biasa karena mengandung zat asam yang bisa merusak struktur kayu atau plafon rumahmu. Selain itu, bau amonia yang dihasilkan dari tumpukan kotoran tersebut bisa sangat mengganggu pernapasan penghuni rumah yang sensitif.
Jadi, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengidentifikasi di mana lokasi persis mereka bersembunyi selama siang hari. Kamu bisa melihat adanya noda hitam atau bau menyengat di sekitar area yang dicurigai sebagai pintu masuk utama mereka.
Gunakan Bau-bauan yang Tidak Disukai Kelelawar
Salah satu cara paling manusiawi untuk mengusir mereka adalah dengan memanfaatkan indra penciuman mereka yang sangat sensitif terhadap aroma tertentu. Kelelawar sangat membenci bau kapur barus atau naphthalene yang biasanya kita gunakan untuk menghalau kecoa di lemari.
Kamu bisa membungkus beberapa butir kapur barus ke dalam kain kasa, lalu menggantungnya di dekat area yang sering ditempati kelelawar. Pastikan jumlahnya cukup banyak agar aromanya cukup kuat untuk membuat mereka merasa tidak nyaman dan segera pergi.
Selain kapur barus, aroma minyak kayu putih atau peppermint juga bisa menjadi senjata rahasia yang cukup efektif untuk mengusir mereka. Semprotkan larutan minyak esensial ini secara rutin ke area plafon atau celah-celah sempit yang menjadi tempat favorit mereka bergelantungan.
Kayu manis juga diketahui memiliki aroma yang tidak disukai oleh hewan malam ini karena dianggap terlalu tajam bagi hidung mereka. Kamu bisa menaburkan bubuk kayu manis di sekitar area sarang atau meletakkan batang kayu manis di ventilasi udara rumah.
Manfaatkan Cahaya Terang di Area Gelap
Karena kelelawar adalah makhluk nokturnal, mereka sangat tidak nyaman berada di tempat yang terpapar cahaya terang secara terus-menerus. Kamu bisa memasang lampu LED yang terang di area loteng atau plafon yang selama ini menjadi tempat persembunyian mereka.
Nyalakan lampu tersebut selama beberapa malam berturut-turut untuk mengacaukan jam biologis mereka dan membuat mereka merasa tidak aman. Cara ini tergolong sangat aman karena kamu tidak perlu melakukan kontak fisik langsung dengan hewan yang mungkin membawa virus tersebut.
Jika kamu ingin cara yang lebih kreatif, gunakanlah potongan aluminium foil yang digantung di dekat lampu atau ventilasi rumah. Pantulan cahaya dari aluminium foil yang bergerak-gerak akan membuat kelelawar merasa terancam dan enggan untuk mendekati area tersebut lagi.
Cermin kecil juga bisa digunakan untuk memantulkan sinar matahari ke arah sudut-sudut gelap yang biasanya dijadikan tempat tidur oleh mereka. Dengan membuat lingkungan rumah menjadi terang benderang, kelelawar akan segera mencari tempat lain yang lebih gelap dan tenang di luar sana.
Pasang Alat Pengusir Elektronik atau Ultrasonic
Di zaman modern ini, sudah banyak tersedia alat pengusir hama elektronik yang menggunakan gelombang ultrasonic untuk mengganggu pendengaran kelelawar. Gelombang ini tidak bisa didengar oleh manusia, namun bagi kelelawar suaranya akan terdengar sangat berisik dan menyakitkan telinga.
Kamu cukup mencolokkan alat ini ke stopkontak di area yang paling sering didatangi kelelawar agar jangkauan gelombangnya lebih efektif mengenai sasaran. Biasanya dalam beberapa hari saja, koloni kelelawar akan mulai merasa stres dan memutuskan untuk pindah ke lokasi yang lebih nyaman.
Namun, pastikan kamu membeli alat yang memang khusus dirancang untuk mengusir kelelawar atau mamalia kecil agar hasilnya tidak mengecewakan. Jangan lupa untuk memeriksa baterai atau koneksi listrik secara berkala agar alat tetap bekerja maksimal selama 24 jam penuh.
Beberapa orang juga menyarankan penggunaan suara bising buatan seperti bunyi kaleng yang dipukul untuk mengagetkan mereka di sore hari. Meskipun cara ini agak melelahkan, frekuensi suara yang tidak teratur sangat efektif untuk mengusir kelelawar yang sudah telanjur betah di rumah.
Menutup Semua Akses Masuk Secara Permanen
Setelah kamu berhasil mengusir mereka keluar, jangan sampai lupa untuk menutup semua celah yang mungkin digunakan sebagai pintu masuk kembali. Gunakan kawat nyamuk berbahan baja atau jaring plastik yang kuat untuk menutup lubang ventilasi di bagian atas rumah.
Kelelawar memiliki tubuh yang sangat fleksibel sehingga mereka bisa menyelinap melalui celah sekecil koin sekalipun jika tidak ditutup rapat. Gunakan semen atau sealent untuk menutup retakan pada dinding atau celah di bawah genteng yang terlihat mulai renggang.
Penting untuk diingat bahwa kamu sebaiknya menutup celah ini pada malam hari saat semua kelelawar sudah keluar untuk mencari makan. Jika kamu menutupnya di siang hari, ada risiko kelelawar malah terjebak di dalam dan mati membusuk sehingga menimbulkan bau bangkai.
Lakukan pemeriksaan rutin setiap beberapa bulan sekali untuk memastikan tidak ada celah baru yang muncul akibat cuaca atau serangan rayap. Dengan menutup akses masuk secara permanen, kamu sudah melakukan pencegahan jangka panjang agar rumah tetap bersih dari gangguan hewan liar.
Membersihkan Sisa Kotoran dengan Aman
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah membersihkan seluruh sisa kotoran atau guano yang tertinggal di area bekas sarang mereka. Gunakan masker medis dan sarung tangan karet saat membersihkannya agar kamu tidak menghirup spora jamur yang mungkin tumbuh di kotoran tersebut.
Semprotkan air yang dicampur dengan desinfektan atau karbol untuk membunuh bakteri dan menghilangkan bau menyengat yang masih menempel di lantai. Jangan pernah membersihkan kotoran kelelawar dalam kondisi kering karena debunya bisa terbang dan masuk ke paru-paru dengan sangat mudah.
Setelah bersih, kamu bisa mengecat ulang area tersebut untuk menghilangkan noda dan memberikan aroma baru yang lebih segar bagi penghuni rumah. Rumah yang bersih dan wangi tentu akan membuat suasana hati kamu menjadi lebih tenang tanpa perlu khawatir soal gangguan makhluk malam.
Ingatlah bahwa kelelawar sebenarnya adalah hewan yang bermanfaat bagi ekosistem karena mereka membantu membasmi nyamuk dan serangga di sekitar rumah. Kita hanya perlu mengarahkan mereka agar tidak tinggal di dalam hunian manusia demi kenyamanan dan kesehatan bersama secara seimbang.
