Lagi nyari kerja tapi bingung gimana cara memulainya lewat aplikasi chat? Tenang saja, kali ini kita akan bahas tuntas cara menanyakan lowongan kerja lewat wa yang sopan dan anti-ghosting.
Zaman sekarang, banyak perusahaan yang lebih suka berkomunikasi lewat WhatsApp karena prosesnya jauh lebih cepat dan praktis. Tapi ingat ya, meskipun lewat aplikasi chat santai, kamu tetap harus menjaga etika agar tidak dianggap tidak sopan oleh HRD.
Persiapan Awal Sebelum Menghubungi HRD
Sebelum kamu mengetik pesan pertama, ada baiknya kamu melakukan riset kecil-kecilan tentang perusahaan tersebut. Pastikan kamu sudah tahu posisi apa yang ingin kamu lamar agar pembicaraan tidak berputar-putar tanpa tujuan.
Persiapan dokumen juga sangat krusial agar kamu bisa langsung mengirimkannya saat diminta oleh pihak rekruter. Jangan sampai kamu baru sibuk mencari file CV di memori HP saat HRD sudah membalas pesanmu.
Ada hal penting yang perlu kamu ingat layaknya saat ingin memasang aplikasi baru di komputer. Seperti kutipan berikut: “How to install Chrome Important: Before you download, check if Chrome supports your operating system and you’ve met all other system requirements.”
Nah, analogi itu sangat cocok karena sebelum melamar, kamu wajib cek apakah kualifikasi kamu sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jangan sampai kamu memaksakan diri melamar posisi senior padahal pengalamanmu masih seumur jagung di bidang tersebut.
Etika Dasar Bertanya Lowongan Kerja di WhatsApp
Hal pertama yang paling terlihat adalah foto profil WhatsApp kamu yang harus tampak profesional atau setidaknya rapi. Hindari menggunakan foto profil saat sedang nongkrong atau foto yang terlalu alay karena itu mencerminkan kepribadianmu.
Pastikan juga username WhatsApp kamu menggunakan nama asli, bukan nama samaran atau nama tokoh anime favorit. HRD akan lebih menghargai kandidat yang transparan dan mudah dikenali sejak awal percakapan dimulai.
Waktu mengirim pesan juga tidak boleh sembarangan jika kamu tidak ingin pesanmu diabaikan begitu saja. Kirimkan pesan pada jam kerja, idealnya antara pukul sembilan pagi hingga pukul empat sore agar tidak mengganggu waktu istirahat mereka.
Jangan pernah mengirim pesan di hari libur atau tengah malam kecuali ada instruksi khusus dari pihak perusahaan. Menghargai waktu orang lain adalah langkah awal untuk menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang profesional.
Struktur Pesan WA yang Benar dan Profesional
Mulailah percakapan dengan salam yang sopan seperti ‘Selamat pagi’ atau ‘Selamat siang’ diikuti dengan nama penerima jika tahu. Jangan pernah memulai chat hanya dengan huruf ‘P’ karena itu sangat tidak sopan dan bikin HRD malas membalas.
Setelah salam, segera perkenalkan diri kamu dengan singkat, padat, dan jelas agar mereka tahu siapa yang sedang bicara. Sebutkan nama lengkap dan latar belakang pendidikan atau pengalaman singkat yang kamu miliki saat ini.
Lanjutkan dengan menyampaikan maksud dan tujuan kamu mengirimkan pesan tersebut dengan bahasa yang lugas. Katakan bahwa kamu mendapatkan informasi lowongan dari sumber tertentu dan tertarik untuk menanyakan ketersediaan posisinya.
Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, meskipun gaya bicaranya santai tapi tetap harus formal dalam pemilihan kata. Hindari singkatan-singkatan gaul yang sulit dipahami agar pesanmu terlihat lebih serius dan berwibawa.
Contoh Template Chat WA yang Bisa Kamu Gunakan
- Contoh 1 (Formal): Selamat pagi Bapak/Ibu [Nama HRD], perkenalkan saya [Nama Kamu]. Saya ingin menanyakan apakah saat ini masih tersedia lowongan untuk posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan]?
- Contoh 2 (Semi-Formal): Halo Kak [Nama HRD], saya [Nama Kamu] yang melihat info loker di LinkedIn kemarin. Apakah saya boleh mengirimkan CV untuk posisi [Nama Posisi] tersebut melalui nomor ini?
Gunakan template di atas sebagai referensi, tapi pastikan kamu menyesuaikannya dengan situasi dan gaya bahasa perusahaan targetmu. Jangan lupa untuk melampirkan file dalam format PDF agar tampilannya tidak berantakan saat dibuka di perangkat berbeda.
Ukuran file juga harus diperhatikan agar tidak terlalu besar dan menghabiskan kuota atau memori HP sang HRD. Kompres file CV dan portofoliomu jika ukurannya lebih dari 2 MB agar proses pengunduhan berjalan lebih lancar.
Menghadapi Respon dari HRD
Jika pesanmu langsung dibalas, jawablah dengan cepat namun tetap teliti dalam memberikan informasi tambahan yang diminta. Tunjukkan antusiasme kamu tanpa terlihat terlalu agresif atau putus asa ingin mendapatkan pekerjaan tersebut.
Apabila HRD meminta jadwal untuk wawancara online, pastikan kamu sudah siap dengan koneksi internet yang stabil di rumah. Persiapan teknis sangat penting agar tidak terjadi kendala saat proses seleksi sedang berlangsung nantinya.
Bagaimana kalau pesan kamu hanya dibaca atau tidak dibalas dalam waktu yang lama oleh pihak HRD? Jangan berkecil hati, mungkin mereka sedang sibuk atau sedang memproses ratusan pesan lain yang masuk bersamaan.
Kamu boleh mengirimkan pesan tindak lanjut (follow-up) setelah menunggu sekitar tiga sampai lima hari kerja sejak pesan pertama. Cukup tanyakan status lamaranmu dengan sopan sekali saja dan jangan membombardir mereka dengan banyak pesan singkat.
Kesalahan Fatal yang Harus Kamu Hindari
Kesalahan paling umum adalah mengirim pesan broadcast ke banyak nomor HRD sekaligus tanpa mengubah isi pesannya. HRD bisa merasakan jika pesan yang kamu kirim hanyalah hasil copas massal yang tidak memiliki sentuhan personal.
Jangan pernah menanyakan soal gaji atau fasilitas kantor di pesan pertama saat kamu bahkan belum mengirimkan dokumen apapun. Fokuslah pada bagaimana kamu bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan tersebut sebelum menuntut hak-hak yang akan didapat.
Hindari juga mengirimkan dokumen satu per satu secara terpisah seperti foto KTP, foto ijazah, dan foto CV secara acak. Gabungkan dokumen pendukung dalam satu file PDF atau folder cloud agar lebih rapi dan memudahkan HRD dalam memeriksanya.
Terakhir, jangan baper jika akhirnya kamu mendapatkan penolakan atau bahkan tidak mendapatkan balasan sama sekali dari mereka. Jadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki cara berkomunikasi kamu di kesempatan melamar kerja berikutnya.
Kesimpulan Akhir
Menanyakan lowongan kerja lewat WA sebenarnya tidak menakutkan jika kamu tahu trik dan etika yang benar sejak awal. Kunci utamanya adalah kesopanan, kejujuran, dan persiapan dokumen yang matang seperti saat ingin menginstal perangkat lunak penting.
Semoga panduan singkat ini bisa membantu kamu mendapatkan pekerjaan impian dengan lebih cepat dan mudah lewat WhatsApp. Tetap semangat, terus mencoba, dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar usahamu membuahkan hasil yang manis.
